Hai teman - teman semuanya pada hari ini saya akan membahas sedikit tentang hikayat.
Sebenarnya hikayat itu apa sih ? Kata hikayat ini sudah sering sekali kita dengar di semkolah maupun di lingkungan masyarakat. Hikayat adalah salah satu karya sastra prosa yang terutama dalam Bahasa Melayu yang berisikan tentang kisah, cerita, dan dongeng. Karya sastra ini wajib dan perlu diketahui oleh setiap guru dan juga para mmurid - muridnya. Biasanya kita dapat mempelajari karya sastra ini di dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Seperti yang saya bilang bahwa kita semua perlu mempelajari hikayat, tetapi apa sebenarnya manfaat kita mempelajari karya sastra ini ? Salah satu manfaatnya adalah untuk memberikan kesan dan pesan bagi pembacanya. Meski hanya berupa tulisan tapi karya sastra ini menjadi karya bermanfaat dalam memotivasi maupun menghibur pembaca dan pendengar hikayat. Jadi dengan mempelajari hikayat kita dapat memberikan masukan atau saran kita dan juga dapat memberikan motivasi kepada para pembacanya.
Tujuan dari karya sastra hikayat ini adalah sebagai pembangkit semangat, penghibur atau pelipur lara, atau hanya untuk meramaikan suatu pesta. Biasanya di dalam hikayat mengisahkan tentang kehidupan dari keluarga istana, kaum bangsawan atau tokoh - tokoh ternama. Dan di dalamnya juga menceritakan segala kehebatan, kesaktian ataupun kepahlawanan para tokoh - tokohnya, serta diceritakan tentang kekuatan, mukjizat dan segala keanehannya. Terkadang hikayat dapat meyerupai cerita sejarah yang isinya terkadang tidak masuk akal dan penuh dengan hal - hal yang ajaib. Hikayat mulai berkembang pada masa melayu klasik, sehingga banyak kata yang digunakan dalam hikayat mengandung bahasa melayu yang membuatnya menjadi susah untuk dimengerti.
Nah sekarang saya akan menjelaskan tentang ciri - ciri karya sastra hikayat. Ciri - ciri hikayat adalah :
- Yang diceritakan dalam hikayat adalah cerita istana sentris (cerita kerajaan).
- Nama tokoh yang diceritakan biasanya dari nama arab, misalnya siti maemunah, jamil dan lainnya.
- Belum ada pembagian bab ataupun judul.
- Pengarangnya belum jelas atau anonim (tidak diketahui).
- Cerita yang dikisahkan tokoh utama memiliki kesaktian yang tidak dimiliki oleh manusia biasa.
- Bahasa yang digunakan adalah bahasa melayu, sehingga ada kalimat yang susah dimengerti.
- Cerita bisa bersifat imajinatif seperti dongeng.
Unsur-unsur dalam hikayat tidak jauh berbeda dari prosa-prosa lainnya. Ia dibangun oleh unsur intrinsik dan ekstrinsik. Unsur intrinsik adalah unsur pembangun cerita dari dalam. Sedangkan unsur ekstrinsik adalah unsur pembangun cerita dari luar. Berikut adalah unsur - unsur intrinsik dalam hikayat :
- Tema, merupakan gagasan yang mendasari cerita.
- Alur, merupakan jalinan peristiwa dalam cerita (tahap dalam cerita).
- Latar, merupakan tempat, waktu, dan suasana yang tergambar dalam cerita.
- Tokoh, merupakan pemeran di dalam cerita. Penggambaran watak tokoh disebut penokohan.
- Amanat, merupakan pesan yang disampaikan pengarang melalui cerita.
- Sudut pandang, merupakan pusat pengisahan dari mana suatu cerita dikisahkan oleh pencerita.
- Gaya, berkaitan dengan bagaimana penulis menyajikan cerita menggunakan bahasa dan unsur-unsur keindahan lainnya.
Sedangkan unsur ekstrinsik yang ada di dalam hikayat adalah :
- Latar belakang cerita, misalnya latar belakang budaya, adat, agama, dan sebagainya.
- Nilai-nilai kehidupan dalam cerita, seperti nilai moral, nilai budaya, nilai social, nilai agama, dan sebagainya.
Dan berikut merupakan contoh Hikayat tentang Malim Dewa :
- Malim Dewa adalah seorang putra raja. Ia menggantikan ayahnya sewaktu ayahnya pergi menunaikan ibadah haji. Ia bertunangan dengan tiga orang putri, hasil pencarian seekor burung nuri. Mereka adalah Nilam Cahaya, Gondan Gentasari, dan Andam Dewi. Andam Dewi dipinang juga oleh seorang raja lain. Karena pinangan itu tidak dikabulkan, oleh raja itu, ia dibuat sakit dengan ilmunya, bahkan negara Andam Dewi kemudian dihancurkannya. Andam Dewi bersama ibunya terpaksa menyembunyikan diri.
- Malim Dewa mencari Andam Dewi dan mengawininya, tetapi akibat perkawinan itu ia dibunuh oleh raja yang telah ditolak pinangannya. Malim Dewa dihidupkan kembali oleh Nilam Cahaya. Kemudian, ia mengawini Gondan Gentasari dan berkat kemenangannya dalam suatu peperangan, ia juga mengawini dua putri yang lain. Perkawinannya yang terakhir ialah dengan putri Nilam Cahaya, yang dilakukan di dalam kayangan.
Nah teman - teman sekalian. Itu lah yang dinamakan oleh hikayat. Jadi kembali saya jelaskan bahwa Hikayat merupakan sebuah Karya sastra prosa yang penting dan kita semua perlu untuk mempelajari lebih memahaminya. Hikayat bertujuan untuk memberikan kesan dan pesan, serta memberikan motivasi kepada para pembacanya. Bila kalian tertarik silahkan membaca lebih dalam lagi mengenai hikayat. Saya harap dengan sedikit informasi yang dapat saya berikan ini kepada
kalian dapat memberikan menfaat kepada kalian semua untuk mengetahui lebih
dalam mengenai hikayat. Atas segala perhatian kalian semua saya ucapkan Terima Kasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar